Rusinah Baskha. Powered by Blogger.
Assalamualaikum.Wr.Wb* Selamat Datang di Blog ini* Mari Kita belajar bersama, tinggalkan pesan atau komentar jika berkenan. Terima kasih

Saturday, February 28, 2026

𝗖𝗔π—₯𝗔 π—Ÿπ—”π—£π—’π—₯ 𝗦𝗣𝗧 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗑𝗔𝗑 π——π—œ 𝗖𝗒π—₯π—˜π—§π—”X


 


1️⃣. Kunjungi laman resmi CORETAXDJP

2️⃣. Masukan ID pengguna dengan NIK / NPWP 16 digit

3️⃣. Masukan kata sandi

4️⃣. Pemilihan bahasa

5️⃣. Masukan kode keamanan (Captcha)

6️⃣. Klik login

7️⃣. Pilih Surat Pemberitahuan (SPT) pilih SPT - Buat Konsep SPT

8️⃣. Pilih Jenis SPT " Pph orang Pribadi"

9️⃣. Klik lanjut

Soulmate Paling Nyebelin

 



Katanya, soulmate itu orang yang paling ngerti kamu. Yang paham cara kamu mikir, tahu kapan kamu lagi capek, dan bisa bikin kamu ketawa tanpa usaha berlebihan. Katanya juga, soulmate itu bikin hidup terasa lebih ringan. Tapi nggak ada yang bilang kalau soulmate bisa juga jadi orang yang paling nyebelin di muka bumi.

Aku ketemu dia bukan lewat momen dramatis kayak di film-film. Nggak ada adegan jatuh buku bareng, nggak ada tabrakan di lorong kampus sambil slow motion. Yang ada cuma perdebatan receh soal grammar di kelas Bahasa yang berubah jadi perang kecil tiap hari.

Namanya Glen.

Dia pintar, percaya diri, dan punya kebiasaan nyengir seolah dunia ini panggung pribadinya. Setiap kali aku merasa sudah menyusun argumen paling sempurna, dia datang dengan komentar santainya yang bikin aku pengen tepuk jidat — atau tampol dia sekalian.

Thursday, February 26, 2026

“Di Antara Akrab dan Jarak”

Suasana kampus pagi itu riuh oleh harap dan cemas. Langit masih pucat ketika para calon mahasiswa berkerumun di depan papan pengumuman. Namaku—Alya—kutemukan di sana, tertera rapi di antara deretan huruf yang membuat napasku tercekat. Aku lulus.

Jantungku berdebar dua kali lebih cepat saat mengecek daftar peserta ospek. Namaku ada di kelompok tiga. Di sanalah pertama kali aku bertemu dengannya—sebut saja Raka.

Ia berdiri dengan ransel hitam dan kertas daftar ulang di tangan. Wajahnya tenang, matanya tajam seperti selalu memikirkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar instruksi panitia.

“Kelompok tiga juga?” tanyanya sambil tersenyum ramah.

“Iya,” jawabku, mengangguk. “Sepertinya kita akan sering bertemu.”

“Semoga tidak bosan,” katanya ringan.

Tuesday, February 24, 2026

Langit yang Tak Pernah Kuberani Sentuh


1. Pagi yang Ramai di Kampus
Pagi itu kampus sangat ramai. Orang-orang berlalu-lalang, banyak yang menatap papan pengumuman. Hatiku ikut berdebar, entah kenapa aku merasa tegang tapi juga penasaran.
Aku melihat seorang gadis bernama Dhea sedang memeriksa papan pengumuman. Namanya tercantum, dan senyumnya menandakan kegembiraan yang tulus. Aku merasa ada sesuatu yang membuatku ingin mengenalnya lebih dekat.
“Hi, aku Geo,” sapaku ketika kami diperkenalkan sebagai teman kelompok Ospek.
“Hai, aku Dhea. Senang bertemu!” jawabnya dengan ramah.
Sejak saat itu, ada sesuatu yang membuatku nyaman di dekatnya. Cara bicaranya hangat, cerdas, dan… entah kenapa, aku merasa akrab dengannya seketika.

2. Ospek dan Awal Persahabatan
Hari-hari Ospek berlalu cepat. Kami sering berbicara, saling bertukar cerita, dan kadang berdebat ringan tentang pendapat masing-masing.
“Geo, kamu selalu bisa menjawab pertanyaan dosen dengan cepat, ya?” tanya Dhea suatu hari.
“Ah, cuma kebiasaan saja. Kamu juga pintar kok,” jawabku sambil tersenyum.
Kami mulai merasa nyambung. Banyak teman yang bilang kami seperti sahabat yang saling mengerti. Tapi aku juga merasakan hal lain—perasaan yang belum bisa kuberitahukan bahkan pada diriku sendiri.
“Kalian kayak soulmate, ya,” goda teman kami.
Aku tertawa, menatap Dhea. “Iya… kita cuma teman,” jawabku, tapi hatiku sedikit tergetar

3. Keakraban yang Semakin Dalam
Dhea mulai sering bercerita tentang keluarganya, tentang hal-hal yang biasanya hanya diceritakan pada sahabat dekat. Aku merasa istimewa, karena dia mempercayaiku.
“Hari ini aku habis main sama adikku,” tulisnya di chat.
Aku tersenyum. “Kamu selalu bikin aku pengen main ke rumahmu, haha.”
Kedekatan kami membuatku nyaman, tapi di dalam hatiku juga ada rasa takut—takut salah langkah atau membuatnya salah paham.

4. Jarak yang Tak Terduga
Semester 6 membawa kejutan. Saat aku sedang fokus dengan proyek, teman kami tiba-tiba mengumumkan di kelas:
“Dhea katanya udah jadian sama Fin, ya?”
Hatiku mencelos. Aku tahu Dhea dan Fin hanya teman, tapi kabar itu membuatku merasakan gelisah yang aneh. Aku mulai menjaga jarak tanpa sadar.
“Geo… apa kamu marah?” tanya Dhea lembut.
Aku menunduk. “Aku… cuma perlu waktu, Dhea. Jangan salah paham,” jawabku singkat.
Sejak itu, jarak tumbuh di antara kami, hingga lulus kami kehilangan kontak.

5. Telepon yang Menghidupkan Kembali Kenangan
Dua tahun kemudian, aku memberanikan diri menelponnya. Suara Dhea terdengar hangat, familiar, membuatku tersenyum setelah sekian lama.
“Dhea? Aku Geo…”
“Geo! Wah… lama banget nggak dengar kabar kamu,” jawabnya gembira.
Sejak itu, kami mulai akrab lagi. Chat panjang, komentar di media sosial, dan nostalgia hari-hari kuliah membuatku merasa nyaman. Tapi hatiku tetap waspada—takut perasaan lama muncul kembali.

6. Pengakuan yang Membuat Segalanya Rumit
Suatu malam, Dhea mengirim pesan panjang:
“Kamu pintar… sudah kupikirkan lama. Rasa ini berat rasanya. Aku mengagumimu. Terserah kamu mau apa, marah silakan… tapi aku tak berdaya.”
Hatiku mencelos. Aku ingin membalas, tapi takut membuatnya canggung. Aku mulai menjaga jarak lagi, hingga akhirnya aku merasa perlu memblok chat-nya. Kami menjadi seperti orang asing meski berada di grup yang sama.

7. Pertemuan Reuni
Beberapa minggu kemudian, reuni alumni mempertemukan kami kembali. Saat mataku bertemu dengan Dhea, ada campuran rasa rindu dan takut.
“Dhea… hai,” sapaku lirih.
“Hai, Geo,” jawabnya gugup.
Kami duduk di taman kampus, bercerita, tertawa, dan mengurai rindu yang lama tertahan. Aku mulai mengerti—perasaan yang kubawa selama ini bukan sekadar teman, tapi lebih dari itu.

8. Kejujuran yang Membebaskan
Di kafe kecil dekat kampus, aku akhirnya membuka hatiku:
“Dhea… aku takut kalau aku terlalu dekat, aku malah membuatmu terluka lagi,” ucapku pelan.
“Tapi aku sudah siap menghadapi apapun, Geo. Aku ingin kita jujur satu sama lain,” jawabnya.
Hatiku terasa lega. “Kalau begitu… aku ingin mencoba. Bukan hanya sebagai teman, tapi sebagai seseorang yang lebih dari itu. Kalau kamu mau,” kataku.
Dhea tersenyum. “Aku juga mau, Geo. Aku ingin kita tidak takut lagi.”

9. Langit yang Bisa Kusentuh
Hari itu, langit senja berwarna oranye. Rasanya hangat, seperti hati kami yang mulai dekat lagi. Aku menggenggam tangan Dhea, menatap matanya, dan berbisik:
“Aku janji kali ini tidak akan menjauh tanpa alasan.”
Dhea tersenyum lembut. “Dan aku akan selalu di sini, Geo… tak peduli apa yang terjadi.”
Untuk pertama kalinya, langit yang dulu terasa jauh kini tampak dekat. Rasanya… aku bisa menyentuhnya. Bersama Dhea

Thursday, February 12, 2026

Panduan Pendaftaran OSN 2026 Jenjang SD–SMA

Mekanisme Pendaftaran Peserta:

  1. Satuan Pendidikan mendaftarkan maksimal 5 peserta terbaik per cabang ajang talenta di portal registrasi melalui laman:https://daftar-bpti.kemdikbud.go.id/ (satuan pendidikan dapat login menggunakan SSO verval PD Data)
  2. Satuan pendidikan mengunggah surat keterangan dari kepala satuan pendidikan dan pakta integritas peserta di portal registrasi melalui laman:https://daftar-bpti.kemdikbud.go.id/ (satuan pendidikan dapat login menggunakan SSO verval PD Data)
  3. Operator satuan pendidikan menginputkan data satuan pendidikan di web komunikasi OSN pada bulan Maret, melalui laman:https://anbk.kemdikbud.go.id/osnk (satuan pendidikan dapat login menggunakan username menggunakan NPSN dan password menggunakan kode registrasi yang terdapat di portal BPTI contoh: SP-……)

A. Menambahkan Data Peserta Didik

  1. Masuk ke menu “Peserta Didik” pada sidebar portal.
  2. Klik tombol “Tambah Peserta” (jika peserta belum pernah terdaftar).
  3. Masukkan NISN dan tanggal lahir (gunakan ikon kalender).
  4. Klik “Cek Data”.
  5. Jika data valid, formulir biodata akan muncul.
  6. Unggah foto terbaru peserta (format JPG/JPEG/PNG, maksimal 500 KB).
  7. Lengkapi data diri peserta:
  8. Nama lengkap
  9. Nomor KTP (jika ada)
  10. Jenis kelamin
  11. Jurusan (opsional)
  12. Kebutuhan khusus
  13. Status buta warna
  14. Berat dan tinggi badan
  15. Masukkan email pribadi peserta (belajar.id), bukan email operator.
  16. Setiap siswa wajib menggunakan email yang unik.
  17. Masukkan nomor telepon dan WhatsApp peserta.
  18. Lengkapi alamat, kelurahan, dan kode pos.
  19. Klik “Selanjutnya” untuk mengisi data orang tua.
  20. Pastikan nama ibu kandung dan data orang tua sesuai dengan VervalPD.
  21. Masukkan nomor kontak dan alamat lengkap orang tua
  22. (cukup ketik nama kecamatan, sistem akan otomatis menampilkan pilihan kabupaten dan provinsi).
  23. Klik “Simpan”.
  24. Peserta yang berhasil disimpan akan muncul dalam daftar peserta didik. Ulangi langkah ini untuk seluruh calon peserta OSN.

B. Menambahkan Data Pembimbing

  1. Masuk ke menu “Pembimbing dan Pelaksana Internal”.
  2. Klik “Tambah Data” (jika pembimbing belum terdaftar).
  3. Isi:
  4. Nama lengkap pembimbing
  5. NIP/NUPTK/NIDN (opsional)
  6. Email dan nomor kontak
  7. Alamat korespondensi
  8. Asal instansi (nama sekolah atau instansi profesional)
  9. Kolom informasi tambahan boleh dikosongkan.
  10. Centang pernyataan persetujuan.
  11. Klik “Simpan Data”.
  12. Catatan Tambahan 2026
  13. Tahun 2026 terdapat fitur Pelaksana Internal, meliputi: Penanggung jawab (Kepala Sekolah), Proktor, Teknisi
  14. Sistem ini serupa dengan mekanisme pada ANBK.

C. Mendaftarkan Peserta ke Ajang OSN

  1. Masuk ke menu “Ajang Talenta”.
  2. Pilih ajang sesuai jenjang (OSN SD/SMP/SMA).
  3. Klik “Detail dan Pendaftaran Peserta”.
  4. Pilih cabang lomba:
  5. SD/SMP: Matematika, IPA, IPS
  6. SMA: 9 cabang bidang sains
  7. Klik tombol “Aksi” → “Daftar”.
  8. Perhatikan persyaratan khusus (contoh: OSN SD hanya untuk kelas 4 dan 5).
  9. Pilih nama peserta dari daftar.
  10. Isi semester/kelas (pilih “Kelas” untuk SD dan SMP).
  11. Pilih nama pembimbing.
  12. Centang pernyataan verifikasi data.
  13. Klik “Simpan Pendaftaran”.

D. Mengunggah Dokumen dan Finalisasi

  1. Setelah mendaftar, masuk ke menu “Pendaftar”.
  2. Unduh template surat dengan klik “Contoh Surat Keterangan”.
  3. Isi surat, tandatangani oleh Kepala Sekolah, dan beri stempel resmi.
  4. Scan surat dalam format PDF (maksimal 1 MB).
  5. Klik tombol unggah berkas (warna biru).
  6. Pilih file PDF dan tunggu hingga status berubah menjadi “Sudah Terunggah”.
  7. Periksa kembali: Kategori/cabang ajang, Nama peserta, Nama pembimbing
  8. Jika semua benar, tombol “Finalisasi” akan aktif (warna hijau).
  9. Klik “Finalisasi Pendaftaran”.

 

Find me on

Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Jumlah Viewer Sampai Saat ini: