Rusinah Baskha. Powered by Blogger.
Assalamualaikum.Wr.Wb* Selamat Datang di Blog ini* Mari Kita belajar bersama, tinggalkan pesan atau komentar jika berkenan. Terima kasih

Thursday, September 03, 2026

42 Jam Terakhir Bersama Abah

 Jumat, 28 Agustus 2026

Kemarin, engkau masih terlihat sehat, Bah.

Engkau makan pir, anggur, dan apel. Bahkan ketika mencicipi pir, engkau berkata,
"Pir ini sangat segar."

Aku memberimu sedikit es. Sangat sedikit, karena aku menjaga kondisimu.

"Sedikitnya," katamu.

Mama kemudian menimpali,
"Kaina kalau batuk, bila banyak. Seandainya kada batuk, biar sebiji kada papa."

Tak pernah terlintas di pikiranku bahwa percakapan sederhana sore itu akan menjadi salah satu kenangan yang paling ingin kuulang.

Kami menjalani hari seperti biasa.

Tanpa tahu bahwa waktu sedang diam-diam menghitung mundur.


Sabtu, 29 Agustus 2026 — pukul 15.20 WITA

Tepat ketika azan Ashar berkumandang, kami membawamu ke rumah sakit.

Sesak napas dan batuk membuat tubuhmu begitu lemah. Engkau tak lagi berdaya, hingga tubuhmu harus kami angkat ke mobil tetangga.

Mobil melaju cepat menuju rumah sakit.

Aku hanya bisa berharap, semoga sesakmu segera mereda. Semoga setelah mendapatkan pertolongan, engkau kembali pulih dan kami bisa membawamu pulang.

Sesampainya di rumah sakit, engkau langsung dibawa ke ruang UGD.

Selama kurang lebih enam jam engkau terbaring di sana.

Tenaga medis menangani dan memeriksamu. Infus dipasang. Oksigen diberikan. Rontgen dilakukan.

Aku terus melihatmu.

Berharap semua ini hanya sebuah sakit yang sebentar.

Sekitar pukul 21.00 WITA, engkau dipindahkan ke ruang rawat inap.

Saat itu, engkau masih mampu berpindah dari ranjang sendiri. Engkau kemudian berbaring dan tertidur.

Aku kembali merasa sedikit tenang.

Kupikir, setelah tidur, tubuhmu akan lebih segar.

Kupikir, besok engkau akan bangun dan kembali berbincang bersama kami.

Ternyata, Allah menuliskan jalan yang berbeda.


Ahad, 30 Agustus 2026

Pagi hingga siang, engkau terlihat seperti mulai pulih.

Sekitar pukul 12.00, engkau masih makan bubur dan satu buah pisang Ambon.

Engkau juga masih minum air.

Setelah itu, engkau kembali tidur.

Awalnya kami mengira engkau hanya sedang beristirahat.

Namun waktu terus berjalan.

Engkau tidak juga bangun.

Sekitar pukul 21.00, aku mulai merasa khawatir.

Aku bertanya kepada tim medis tentang kondisimu yang tertidur lelap sejak siang dan tidak juga terbangun.

Kami diminta mencoba membangunkanmu.

Kami membangunkanmu.

Tim medis pun memeriksa kondisimu.

Namun engkau tetap tidak membuka mata.

Tidak bangun.

Tidak menyahut.

Aku belum mengerti bahwa malam itu adalah malam terakhir aku melihatmu dalam keadaan seperti itu.


Senin, 31 Agustus 2026

Sekitar pukul 01.00 dini hari, napasmu terdengar agak kencang.

Oksigen dipasang maksimal.

Perlahan, engkau terlihat lebih tenang.

Sekitar pukul 05.30 WITA, kondisi ayah mulai menurun.

Namun tekanan darah masih normal.

Pukul 07.00, monitor pasien dipasang.

Aku berdiri di dekatmu.

Menatap layar monitor.

Angka awal detak jantung menunjukkan 100.

Angka oksigen 90.

Aku mendekat kepadamu.

Kubisikkan dzikir di telingamu.

Kubisikkan kalimat syahadat.

Aku terus menatap layar monitor sambil berharap angka-angka itu kembali naik.

Namun angka itu justru terus menurun.

90...
80...
70...
65...
50...
45...
40...
35...
20...

Aku masih menggenggam harapan.

Sambil terus membisikkan dzikir dan syahadat di telingamu.

Hingga akhirnya...

garis itu menjadi tanda strip.

Tidak ada lagi gerakan.

Tidak ada lagi napas.

Dan pada pukul 09.40 WITA, rasanya seluruh duniaku runtuh.

Air mata mengalir deras.

Seakan aku tidak percaya bahwa engkau benar-benar telah pergi.

Pergi meninggalkan kami.

Selamanya.

Secepat itu, Bah...

Hanya sekitar 42 jam sejak kami membawamu ke rumah sakit.

42 jam yang mengubah segalanya.


Abah...

Kenapa kau sembunyikan sakitmu?

Kenapa kau tidak mengatakan sejak awal bahwa kondisimu sedang tidak baik-baik saja?

Mungkin karena engkau tidak ingin membuat kami khawatir.

Engkau memilih diam.

Memendam rasa sakitmu sendiri.

Sementara kami tetap menjalani rutinitas seperti biasa.

Dan kini, aku terus bertanya kepada diriku sendiri...

Seandainya aku lebih peka.

Seandainya aku lebih memperhatikan.

Seandainya aku tahu bahwa tubuhmu sedang menahan sakit.

Mungkin aku bisa berbuat lebih banyak.

Maafkan anakmu, Bah.

Maaf karena kurang memperhatikan kondisimu.

Maaf karena tidak memahami apa yang sedang engkau rasakan.

Dan maaf karena baru menyadari betapa berharganya setiap detik bersamamu ketika waktu itu sudah tidak bisa diulang lagi.

Engkau sering berkata kepadaku,

"Aku nyaman kalau ada kamu yang membawaku berobat. 

Kini kalimat itu terus terngiang di kepalaku.

Dulu aku menganggapnya sebagai kalimat biasa.

Sekarang, kalimat itu menjadi salah satu peninggalan paling berharga yang engkau tinggalkan untukku.


Selamat jalan, Abah.

Terima kasih telah menjadi tempat pulang, tempat bertanya, dan sosok yang selama ini selalu ingin kami jaga.

Empat puluh dua jam terasa begitu singkat.

Tapi kenangan bersamamu akan tinggal jauh lebih lama.

Bahkan mungkin...

seumur hidup.

Semoga Allah mengampuni segala dosa dan khilafmu, menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan tempat peristirahatanmu, menerangi kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

Al-Fatihah untuk Abah.

Semoga suatu hari nanti, Allah mempertemukan kita kembali.

Bukan lagi di rumah sakit.

Bukan lagi dalam sakit.

Tetapi di tempat yang tidak ada lagi perpisahan.

Di dalam Jannah-Nya.

Saturday, August 01, 2026

NASKAH PEMBAWA ACARA (MC) MUHADHARAH

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillāhirabbil 'ālamīn. Wassalātu wassalāmu 'alā Sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma'īn.

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan kokurikuler Muhadharah dalam keadaan sehat walafiat. 

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Yang kami hormati Guru Pembina Muhadharah serta teman-teman kelas X yang saya banggakan.

Perkenalkan, saya ....................................... selaku pembawa acara yang akan memandu jalannya kegiatan Muhadharah pada  hari ini.

Adapun susunan acara pada hari ini adalah sebagai berikut:

1. Pembukaan

2. Pembacaan Kalam Ilahi dan Sari Tilawah

3. Penyampaian Pidato

4. Pembacaan Doa

5. Penutup

  1. Hadirin yang berbahagia, Marilah kita buka kegiatan Muhadharah pada pagi hari ini dengan membaca Surah Al-Fatihah, semoga Allah Swt. senantiasa memberikan keberkahan, kemudahan, dan kelancaran dalam seluruh rangkaian kegiatan kita. Al-Fatihah...(Memberi waktu membaca Al-Fatihah). Semoga Allah Swt. mengabulkan doa dan harapan kita semua. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin.
  2. Memasuki acara kedua, yaitu Pembacaan Kalam Ilahi dan Sari Tilawah.Kepada .....................................kami persilakan.*(Setelah selesai). Terima kasih kepada Saudara/i **........................................** yang telah membacakan Kalam Ilahi beserta Sari Tilawah. Semoga ayat-ayat suci Al-Qur'an yang telah kita dengarkan menjadi petunjuk, menambah keimanan, dan menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari.
  3. Selanjutnya kita memasuki acara ketiga, yaitu **Penyampaian Pidato**.Kepada Saudara/i **........................................** kami persilakan untuk menyampaikan pidatonya.*(Setelah selesai)* Terima kasih kepada Saudara/i **........................................** atas pidato yang telah disampaikan.Semoga ilmu, pesan dan nasihat yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat serta menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
  4. Hadirin yang dirahmati Allah. Kini tibalah kita pada acara terakhir, yaitu  Pembacaan Doa.Kepada Saudara/i **........................................** kami persilakan.*(Setelah doa selesai)*Terima kasih kepada Saudara/i **........................................** yang telah memimpin doa.Semoga Allah Swt. menerima doa-doa kita dan senantiasa memberikan keberkahan serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan kita.
  5. Hadirin yang berbahagia, demikianlah rangkaian kegiatan Muhadharah pada pagi hari ini. Terima kasih kepada seluruh petugas serta teman-teman yang telah mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan penuh semangat. Apabila selama memandu acara terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan, saya selaku pembawa acara memohon maaf yang sebesar-besarnya. Wabillāhit taufīq wal hidāyah.**Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**


Tuesday, June 16, 2026

NASKAH PEMBAWA ACARA (MC) TASYAKURAN PELEPASAN DAN PERPISAHAN SISWA SANTRI

 

NASKAH PEMBAWA ACARA (MC)

TASYAKURAN PELEPASAN DAN PERPISAHAN SISWA SANTRI

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PARIGI (YAPIP)

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

🗓️ Senin, 15 Juni 2026
📍 Halaman Pondok Pesantren PIP


PRA ACARA

Acara Tasyakuran Pelepasan dan Perpisahan Siswa Santri Yayasan Pendidikan Islam Parigi Tahun Pelajaran 2025/2026 akan segera dimulai.

Hadirin yang kami hormati, dimohon untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA

Hadirin yang kami hormati,

Sebagai wujud rasa cinta tanah air dan semangat dalam menuntut ilmu, marilah kita bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Kepada seluruh hadirin, dimohon berdiri.

(Lagu Indonesia Raya)

Terima kasih.

Hadirin dipersilakan duduk kembali.

PENAMPILAN PEMBUKA

Sebelum memasuki acara inti, marilah kita saksikan penampilan pembuka dari:

  • KB Al-Qamar
  • RA PIP Habirau Tengah

Kepada para penampil, kami persilakan.

(Penampilan berlangsung)

Terima kasih atas penampilan yang sangat menghibur dan membanggakan.

PEMBUKAAN

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin. Washshalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiya'i wal mursalin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.

Yang kami hormati:

  • Bupati Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos.
  • Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan.
  • Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Burhan Noor, S.Pd.I., M.M.
  • Kasi Pendidikan Madrasah.
  • Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.
  • Kapolsek setempat.
  • Danramil setempat.
  • Kepala KUA Kecamatan Daha Selatan.
  • Kepala Desa Habirau Tengah.
  • Kepala Desa Habirau.
  • Kepala Desa Parigi.
  • Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi, Ayahanda Bapak H. Bahran, B. S.Pd.I.
  • Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Parigi.
  • Para Kepala Madrasah, Dewan Guru, Ustadz dan Ustadzah di lingkungan Pendidikan Islam Parigi.
  • Orang tua/wali santri yang berbahagia.
  • Serta seluruh siswa dan santri yang kami banggakan.

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga pada hari yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.

ACARA KE-1

Pembukaan

Sebagai langkah awal rangkaian acara hari ini, marilah kita buka bersama-sama dengan membaca Surah Al-Fatihah.

Al-Fatihah...

(Selesai)

Terima kasih. Semoga kegiatan yang kita laksanakan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

ACARA KE-2

Kalam Ilahi dan Sari Tilawah

Acara berikutnya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang akan dibawakan oleh Amal Musyaih dari Pondok Pesantren PIP, dilanjutkan sari tilawah yang akan disampaikan oleh Rahmah dari MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.

Kepada keduanya kami persilakan.

(Selesai)

Shadaqallahul 'Azhim.

Semoga ayat-ayat suci yang telah dilantunkan menjadi cahaya dan petunjuk bagi kita semua.

ACARA KE-3

Pembacaan Fatihah Empat

Selanjutnya, pembacaan Fatihah Empat yang dihadiahkan kepada para tuan guru dan guru-guru yang telah berjasa serta mengabdikan diri di Komplek Pendidikan Islam Parigi.

Pembacaan akan dipimpin oleh Ustadz H.Abdul Adzim

Kepada beliau, kami persilakan.

ACARA KE-4

Menyanyikan Hymne dan Mars Madrasah

Acara selanjutnya, menyanyikan Hymne dan Mars Madrasah yang akan dibawakan oleh Paduan Suara Gabungan PIP.

Kepada tim paduan suara, kami persilakan.


ACARA KE-5

Laporan Ketua Panitia

Hadirin yang berbahagia,

Marilah kita dengarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana Tasyakuran dan Perpisahan Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kepada yang kami hormati, Bapak Jumran, S.Ag., kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih kepada Bapak Jumran, S.Ag. atas laporan yang telah disampaikan.


ACARA KE-6

Sambutan-Sambutan

Sambutan Pertama

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi

Kepada Ayahanda Bapak H. Bahran, B. S.Pd.I., kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih atas sambutan dan arahannya.

Sambutan Kedua

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Kepada yang terhormat Bapak H. Burhan Noor, S.Pd.I., M.M., kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih atas bimbingan dan dukungan yang senantiasa diberikan.

Sambutan Ketiga

Kepada yang kami hormati dan banggakan, Bupati Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih atas perhatian dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di Pondok Pesantren PIP.

ACARA KE-7

Sepatah Kata Perpisahan

Sepatah kata perpisahan pertama akan disampaikan oleh Yandi Risfiansyah, siswa kelas XII MA PIP Habirau Tengah.

Kepada Saudara Yandi Risfiansyah, kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih.

Selanjutnya, sepatah kata mewakili siswa yang ditinggalkan akan disampaikan oleh Qathrunnada Al-Mutsanna dari MIN 11 Hulu Sungai Selatan.

Kepada Saudari Qathrunnada Al-Mutsanna, kami persilakan.

(Selesai)

Terima kasih. Semoga semangat belajar terus menyala dalam diri kalian semua.

ACARA KE-8

Prosesi Pengukuhan dan Penyerahan Penghargaan Siswa Berprestasi

Hadirin yang berbahagia,

Selanjutnya prosesi pengukuhan sekaligus penyerahan piala dan penghargaan kepada siswa-siswi serta santri-santri berprestasi yang akan didampingi oleh Kepala Madrasah masing-masing.

(Prosesi berlangsung)

Selamat kepada seluruh siswa dan santri yang menerima penghargaan. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama lembaga.

Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Sebelum keacara berikutnya kami persembahkan lagu Syukron Guru.

ACARA KE-9

Penyerahan Kenang-Kenangan

Pada kesempatan ini, kami mengundang Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi untuk menyerahkan kenang-kenangan kepada:

Ibu Hj. Zainab, S.Pd.I.

Kepada Ketua Yayasan dan Ibu Hj. Zainab, kami persilakan.

(Prosesi berlangsung)

Terima kasih.

Selanjutnya penyerahan kenang-kenangan dari keluarga besar MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.

ACARA KE-10

Penampilan-Penampilan

  1. Penampilan dari MIN 11 Hulu Sungai Selatan.
  2. Penampilan dari MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.
  3. Penampilan dari MA PIP Habirau Tengah.
  4. Penampilan dari Pondok Pesantren PIP (Wustha dan Ulya).

(Setiap penampilan diberi ucapan terima kasih setelah selesai tampil.)


ACARA KE-11

Doa dan Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Tanpa terasa kita telah berada di penghujung acara.

Sebagai penutup, marilah kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian kegiatan yang telah kita laksanakan mendapat ridha dan keberkahan-Nya.

Doa akan dipimpin oleh Ustadz H.Muhammad Yurni

Kepada beliau, kami persilakan.

(Doa)


PENUTUP

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah seluruh rangkaian Acara Tasyakuran Pelepasan dan Perpisahan Siswa Santri Yayasan Pendidikan Islam Parigi Tahun Pelajaran 2025/2026.

Atas kehadiran, perhatian, dan partisipasi seluruh hadirin, kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Mohon maaf atas segala kekurangan selama berlangsungnya acara.

Billahi taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Friday, June 05, 2026

Selamat Jalan, Tata






 Selamat Jalan, Tata

Jum'at pagi, 5 Juni 2026.

Pagi itu rumah terasa berbeda. Tidak ada suara langkah kecil yang biasanya menyambutku. Tidak ada tatapan manja yang selalu meminta perhatian. Pagi itu, Tata, kucing putih penurut yang telah menemaniku selama empat tahun, menghembuskan napas terakhirnya.

Tata bukan sekadar kucing. Ia adalah teman setia yang selalu ada dalam keseharianku. Setiap malam, ia tidur di ranjangku, tepat di samping kakiku. Kehangatannya menjadi bagian dari malam-malam yang tenang. Kadang ia bergerak mencari posisi yang nyaman, lalu tertidur pulas seakan dunia tidak memiliki masalah apa pun.

Ia juga punya kesukaan yang tidak pernah berubah: iwak bajarang. Begitu mencium aromanya, Tata akan datang dengan langkah cepat, mengeong manja meminta bagian. Makanan itu selalu berhasil membuatnya bahagia.

Meski penurut, Tata punya keberanian yang luar biasa. Ia tidak suka ada kucing asing yang naik ke rumah. Bila ada kucing lain yang berani masuk ke wilayahnya, Tata akan berubah menjadi penjaga rumah yang galak. Bulu-bulunya berdiri, matanya tajam, dan ia siap mengusir siapa saja yang dianggap mengganggu.

Ada satu hal lagi yang selalu membuat kami tersenyum. Setiap kali terdengar suara paman penjual bakso melintas di depan rumah, Tata menjadi yang paling heboh. Entah bagaimana, ia selalu mengenali suara itu dari kejauhan. Ia akan berlari ke depan rumah, mengeong riang seolah tidak ingin ketinggalan momen kedatangan sang penjual bakso.

Setengah bulan yang lalu, Tata melahirkan tiga anak yang lucu. Kami semua berharap mereka tumbuh sehat dan menemani hari-hari Tata. Namun sejak melahirkan, kesehatan Tata mulai menurun. Tubuhnya demam dan lemah. Ia lebih sering bersembunyi di bawah tempat tidur, tempat yang biasanya ia pilih saat merasa tidak nyaman.

Dua hari ia sakit. Kami khawatir. Namun kemudian ia makan dengan lahap seperti biasanya. Kami mengira Tata telah sembuh. Sayangnya, takdir berkata lain. Ketiga anaknya tidak berhasil bertahan hidup.

Sejak kehilangan anak-anaknya, Tata tidak pernah benar-benar sehat kembali. Tubuhnya semakin lemah. Malam kemarin ia bahkan tidak pulang ke rumah. Ketika pagi datang, ia kembali dengan langkah gontai. Suaranya yang biasanya lantang kini hanya terdengar pelan dan lirih. Hampir dua hari ia tidak makan.

Sebelum berangkat ke sekolah pagi tadi, aku sempat menengoknya. Tata masih terbaring lemah. Aku berharap ketika pulang nanti ia akan sedikit lebih baik.

Namun Allah memiliki rencana lain.

Tata memilih pergi pada pagi itu.

Kini sudut-sudut rumah terasa berbeda. Tidak ada lagi yang tidur di samping kakiku. Tidak ada lagi yang heboh saat suara penjual bakso terdengar dari kejauhan. Tidak ada lagi penjaga kecil yang selalu siap mengusir kucing asing dari rumah.

Terima kasih, Tata.

Terima kasih telah menjadi teman selama empat tahun. Terima kasih untuk setiap malam yang kau temani, untuk tingkah lucumu, untuk kesetiaanmu yang sederhana namun begitu berarti.

Jejak kakimu mungkin telah hilang dari lantai rumah ini, tetapi kenangan tentangmu akan tetap tinggal di hati.

Selamat beristirahat, Tata.

Kau bukan hanya seekor kucing.

Kau adalah keluarga. 🤍🐾

Saturday, May 30, 2026

FRACTURED STORY OUTLINE EXAMPLE

 


RAPUNZEL: THE DIGITAL GENIUS

Original Story

Rapunzel is a young girl with magical long hair who lives in a tower. She is eventually rescued by a prince.

Fracture

- Rapunzel is no longer a helpless girl waiting for rescue.

- She is a talented programmer and technology expert.

- The tower becomes a high-security technology laboratory.

Characters

- Rapunzel → A brilliant young programmer.

- The Witch → The owner of a technology company who keeps Rapunzel locked away.

- The Prince → A young journalist who helps reveal the truth.


Setting


- Place: A futuristic city.

- Time: The year 2050.

- Atmosphere: Modern and technology-driven.

L

New Plot

1. Rapunzel creates an educational application that can help students around the world.

2. The company owner keeps her in a secret laboratory to control her invention.

3. Rapunzel secretly sends messages through the internet.

4. A young journalist discovers her messages.

5. Together, they expose the truth and free Rapunzel.

6. Her educational app becomes available for everyone.


Moral Value


Technology should be used to improve people's lives and benefit society.


RAPUNZEL: THE DIGITAL GENIUS

Once upon a time, in a futuristic city, there lived a brilliant young girl named Rapunzel. Unlike the Rapunzel in the traditional story, she was not famous for her magical hair. Instead, she was known for her extraordinary talent in technology and computer programming.

Rapunzel worked in a secret laboratory owned by a powerful technology company. She invented an educational application that could help students learn for free anywhere in the world. The owner of the company, however, wanted to sell the application for a very high price.

Afraid that Rapunzel would share her invention with the public, the company owner kept her locked inside the laboratory. Rapunzel felt sad because she wanted her invention to benefit everyone.

One day, she secretly sent messages through the internet asking for help. A young journalist discovered her messages and became curious. He investigated the company and learned the truth.

Together, they exposed the company's unfair actions to the public. The authorities freed Rapunzel and allowed her to share her invention with the world.

Soon, millions of students were using her educational application. Rapunzel became a symbol of innovation and kindness.


Moral Value: Technology should be used to help people and improve education for everyone.

 

Find me on

Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Jumlah Viewer Sampai Saat ini: