Rusinah Baskha. Powered by Blogger.
Assalamualaikum.Wr.Wb* Selamat Datang di Blog ini* Mari Kita belajar bersama, tinggalkan pesan atau komentar jika berkenan. Terima kasih

Tuesday, March 03, 2026

Reuni Receh di Kolom Komentar

 

Setelah malam telepon penuh haru itu, Kimmy dan Geo resmi kembali berteman baik. Bukan tipe yang tiba-tiba jadi romantis ala drama, tapi lebih ke… kembali ke setelan awal: partner receh sejak zaman kampus.

Awalnya biasa saja.

Sampai Geo menemukan akun Instagram Kimmy.

Postingan pertama yang ia lihat adalah foto Kimmy sedang ngopi dengan caption bijak:

"Tenang itu pilihan."

Geo langsung komentar:

Geo: Tenang? Yang panik pas presentasi Metodologi dulu siapa ya?

Lima menit kemudian, notifikasi Kimmy berbunyi.

Kimmy: Yang pura-pura batuk biar aku yang jawab pertanyaan dosen itu siapa ya?

Perang komentar dimulai.

Teman-teman lama kampus yang kebetulan follow langsung meramaikan.

Rara: Eh eh eh, ini reunian apa gladi resik debat nasional?

Bima: Fix mereka belum move on dari mata kuliah Metodologi.

Kimmy menahan tawa sambil mengetik cepat.

Kimmy: Sudah kerja tapi mental masih mahasiswa tingkat akhir.

Geo: Setidaknya saya lulus tepat waktu. Ada yang skripsinya drama 7 season.

Kimmy hampir tersedak teh.

“Kurang ajar,” gumamnya sambil tersenyum.

Sejak hari itu, hampir setiap postingan Kimmy tak pernah sepi dari komentar Geo. Kalau Kimmy upload foto hujan, Geo bilang:

"Hujannya romantis, tapi jangan galau lagi ya, Kim."

Kalau Kimmy posting foto sedang mengajar:

"Muridnya semoga sabar, ya. Gurunya dulu suka ngambek kalau kalah debat."

Kimmy balas tanpa ampun:

"Minimal saya ngambeknya imut, nggak kayak kamu, mukanya serius kayak dosen killer."

Yang paling heboh adalah ketika Geo mengunggah foto dirinya pakai jas, terlihat rapi dan profesional.

Captionnya:

"Menuju masa depan yang cerah."

Kimmy langsung muncul.

"Masa depan cerah, tapi foto profil masih pakai foto zaman KKN. Update, Pak."

Teman-teman lama langsung menyerbu kolom komentar.

Rara: Fix ini soulmate paling nyebelin versi dewasa.

Bima: Kalian saling ejek lagi tapi romantis

Kimmy dan Geo kompak balas:

"Fokus kerja dulu, woi!"

Tapi setelah itu, Geo mengirim pesan pribadi.

Geo:

Kalau orang-orang terus nge-ship kita, gimana?

Kimmy:

Kita bikin mereka bosan. Caranya?

Geo:

Kita  diam-diaman

Beberapa detik hening.

Lalu muncul pesan berikutnya.

Geo:

Bercanda. Jangan serius amat bacanya.

Kimmy memutar mata, walau sebenarnya senyumnya tak bisa disembunyikan.

Hubungan mereka sekarang bukan lagi tentang gengsi atau salah paham. Tapi tentang dua orang dewasa yang sadar—kadang yang membuat hidup terasa ringan bukan yang terlalu manis, tapi yang berani saling mengejek tanpa takut kehilangan.

Dan setiap kali notifikasi komentar muncul, Kimmy sudah tahu pasti:

Itu Geo.

Si tukang komentar paling nyebelin.

Sekaligus teman lama yang tak lagi asing.

Nomor Tak Dikenal di Malam yang Tenang


Malam itu, sehabis magrib, langit masih menyisakan warna jingga yang pelan-pelan memudar. Aku baru saja merapikan mukena ketika ponselku bergetar di atas meja. Nomor tak dikenal.

Aku menatapnya lama.

Satu dering.

Dua dering.

Tiga dering.

“Ah, paling salah sambung,” gumamku, membiarkannya. Tapi panggilan itu tak berhenti. Ada sesuatu dalam caranya berdering—terus-menerus, seolah tak mau menyerah.

Dengan sedikit ragu, kuangkat juga.

“Halo?”

Beberapa detik hening. Lalu suara itu terdengar. Hangat. Familiar. Membawa kenangan yang sempat kukunci rapat.

“Hi… aku Geo. Masih kah kau ingat padaku, Kimmy?”

Jantungku seperti lupa caranya berdetak.

Badebah, kataku dalam hati. Mana mungkin aku lupa.


Geo.

Teman kampus yang dulu hampir selalu ada di setiap ceritaku. Partner diskusi. Lawan debat. Teman pulang yang suka pura-pura lupa arah hanya supaya perjalanan terasa lebih lama. Kami pernah begitu dekat—hingga orang-orang mengira kami lebih dari sekadar sahabat.

Saturday, February 28, 2026

𝗖𝗔π—₯𝗔 π—Ÿπ—”π—£π—’π—₯ 𝗦𝗣𝗧 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗑𝗔𝗑 π——π—œ 𝗖𝗒π—₯π—˜π—§π—”X


 


1️⃣. Kunjungi laman resmi CORETAXDJP

2️⃣. Masukan ID pengguna dengan NIK / NPWP 16 digit

3️⃣. Masukan kata sandi

4️⃣. Pemilihan bahasa

5️⃣. Masukan kode keamanan (Captcha)

6️⃣. Klik login

7️⃣. Pilih Surat Pemberitahuan (SPT) pilih SPT - Buat Konsep SPT

8️⃣. Pilih Jenis SPT " Pph orang Pribadi"

9️⃣. Klik lanjut

Soulmate Paling Nyebelin

 



Katanya, soulmate itu orang yang paling ngerti kamu. Yang paham cara kamu mikir, tahu kapan kamu lagi capek, dan bisa bikin kamu ketawa tanpa usaha berlebihan. Katanya juga, soulmate itu bikin hidup terasa lebih ringan. Tapi nggak ada yang bilang kalau soulmate bisa juga jadi orang yang paling nyebelin di muka bumi.

Aku ketemu dia bukan lewat momen dramatis kayak di film-film. Nggak ada adegan jatuh buku bareng, nggak ada tabrakan di lorong kampus sambil slow motion. Yang ada cuma perdebatan receh soal grammar di kelas Bahasa yang berubah jadi perang kecil tiap hari.

Namanya Glen.

Dia pintar, percaya diri, dan punya kebiasaan nyengir seolah dunia ini panggung pribadinya. Setiap kali aku merasa sudah menyusun argumen paling sempurna, dia datang dengan komentar santainya yang bikin aku pengen tepuk jidat — atau tampol dia sekalian.

Thursday, February 26, 2026

“Di Antara Akrab dan Jarak”

Suasana kampus pagi itu riuh oleh harap dan cemas. Langit masih pucat ketika para calon mahasiswa berkerumun di depan papan pengumuman. Namaku—Alya—kutemukan di sana, tertera rapi di antara deretan huruf yang membuat napasku tercekat. Aku lulus.

Jantungku berdebar dua kali lebih cepat saat mengecek daftar peserta ospek. Namaku ada di kelompok tiga. Di sanalah pertama kali aku bertemu dengannya—sebut saja Raka.

Ia berdiri dengan ransel hitam dan kertas daftar ulang di tangan. Wajahnya tenang, matanya tajam seperti selalu memikirkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar instruksi panitia.

“Kelompok tiga juga?” tanyanya sambil tersenyum ramah.

“Iya,” jawabku, mengangguk. “Sepertinya kita akan sering bertemu.”

“Semoga tidak bosan,” katanya ringan.
 

Find me on

Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Jumlah Viewer Sampai Saat ini: