NASKAH PEMBAWA ACARA (MC)
TASYAKURAN PELEPASAN DAN PERPISAHAN SISWA SANTRI
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PARIGI (YAPIP)
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
PRA ACARA
Acara Tasyakuran Pelepasan dan Perpisahan Siswa Santri Yayasan Pendidikan Islam Parigi Tahun Pelajaran 2025/2026 akan segera dimulai.
Hadirin yang kami hormati, dimohon untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA
Hadirin yang kami hormati,
Sebagai wujud rasa cinta tanah air dan semangat dalam menuntut ilmu, marilah kita bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Kepada seluruh hadirin, dimohon berdiri.
(Lagu Indonesia Raya)
Terima kasih.
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
PENAMPILAN PEMBUKA
Sebelum memasuki acara inti, marilah kita saksikan penampilan pembuka dari:
- KB Al-Qamar
- RA PIP Habirau Tengah
Kepada para penampil, kami persilakan.
(Penampilan berlangsung)
Terima kasih atas penampilan yang sangat menghibur dan membanggakan.
PEMBUKAAN
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin. Washshalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiya'i wal mursalin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Yang kami hormati:
- Bupati Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos.
- Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan.
- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Burhan Noor, S.Pd.I., M.M.
- Kasi Pendidikan Madrasah.
- Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.
- Kapolsek setempat.
- Danramil setempat.
- Kepala KUA Kecamatan Daha Selatan.
- Kepala Desa Habirau Tengah.
- Kepala Desa Habirau.
- Kepala Desa Parigi.
- Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi, Ayahanda Bapak H. Bahran, B. S.Pd.I.
- Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Parigi.
- Para Kepala Madrasah, Dewan Guru, Ustadz dan Ustadzah di lingkungan Pendidikan Islam Parigi.
- Orang tua/wali santri yang berbahagia.
- Serta seluruh siswa dan santri yang kami banggakan.
Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga pada hari yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.
ACARA KE-1
Pembukaan
Sebagai langkah awal rangkaian acara hari ini, marilah kita buka bersama-sama dengan membaca Surah Al-Fatihah.
Al-Fatihah...
(Selesai)
Terima kasih. Semoga kegiatan yang kita laksanakan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
ACARA KE-2
Kalam Ilahi dan Sari Tilawah
Acara berikutnya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang akan dibawakan oleh Amal Musyaih dari Pondok Pesantren PIP, dilanjutkan sari tilawah yang akan disampaikan oleh Rahmah dari MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.
Kepada keduanya kami persilakan.
(Selesai)
Shadaqallahul 'Azhim.
Semoga ayat-ayat suci yang telah dilantunkan menjadi cahaya dan petunjuk bagi kita semua.
ACARA KE-3
Pembacaan Fatihah Empat
Selanjutnya, pembacaan Fatihah Empat yang dihadiahkan kepada para tuan guru dan guru-guru yang telah berjasa serta mengabdikan diri di Komplek Pendidikan Islam Parigi.
Pembacaan akan dipimpin oleh Ustadz H.Abdul Adzim
Kepada beliau, kami persilakan.
ACARA KE-4
Menyanyikan Hymne dan Mars Madrasah
Acara selanjutnya, menyanyikan Hymne dan Mars Madrasah yang akan dibawakan oleh Paduan Suara Gabungan PIP.
Kepada tim paduan suara, kami persilakan.
ACARA KE-5
Laporan Ketua Panitia
Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita dengarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana Tasyakuran dan Perpisahan Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kepada yang kami hormati, Bapak Jumran, S.Ag., kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih kepada Bapak Jumran, S.Ag. atas laporan yang telah disampaikan.
ACARA KE-6
Sambutan-Sambutan
Sambutan Pertama
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi
Kepada Ayahanda Bapak H. Bahran, B. S.Pd.I., kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih atas sambutan dan arahannya.
Sambutan Kedua
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kepada yang terhormat Bapak H. Burhan Noor, S.Pd.I., M.M., kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih atas bimbingan dan dukungan yang senantiasa diberikan.
Sambutan Ketiga
Kepada yang kami hormati dan banggakan, Bupati Hulu Sungai Selatan, Bapak H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih atas perhatian dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di Pondok Pesantren PIP.
ACARA KE-7
Sepatah Kata Perpisahan
Sepatah kata perpisahan pertama akan disampaikan oleh Yandi Risfiansyah, siswa kelas XII MA PIP Habirau Tengah.
Kepada Saudara Yandi Risfiansyah, kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih.
Selanjutnya, sepatah kata mewakili siswa yang ditinggalkan akan disampaikan oleh Qathrunnada Al-Mutsanna dari MIN 11 Hulu Sungai Selatan.
Kepada Saudari Qathrunnada Al-Mutsanna, kami persilakan.
(Selesai)
Terima kasih. Semoga semangat belajar terus menyala dalam diri kalian semua.
ACARA KE-8
Prosesi Pengukuhan dan Penyerahan Penghargaan Siswa Berprestasi
Hadirin yang berbahagia,
Selanjutnya prosesi pengukuhan sekaligus penyerahan piala dan penghargaan kepada siswa-siswi serta santri-santri berprestasi yang akan didampingi oleh Kepala Madrasah masing-masing.
(Prosesi berlangsung)
Selamat kepada seluruh siswa dan santri yang menerima penghargaan. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama lembaga.
Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Sebelum keacara berikutnya kami persembahkan lagu Syukron Guru.
ACARA KE-9
Penyerahan Kenang-Kenangan
Pada kesempatan ini, kami mengundang Ketua Yayasan Pendidikan Islam Parigi untuk menyerahkan kenang-kenangan kepada:
Ibu Hj. Zainab, S.Pd.I.
Kepada Ketua Yayasan dan Ibu Hj. Zainab, kami persilakan.
(Prosesi berlangsung)
Terima kasih.
Selanjutnya penyerahan kenang-kenangan dari keluarga besar MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.
ACARA KE-10
Penampilan-Penampilan
- Penampilan dari MIN 11 Hulu Sungai Selatan.
- Penampilan dari MTsN 9 Hulu Sungai Selatan.
- Penampilan dari MA PIP Habirau Tengah.
- Penampilan dari Pondok Pesantren PIP (Wustha dan Ulya).
(Setiap penampilan diberi ucapan terima kasih setelah selesai tampil.)
ACARA KE-11
Doa dan Penutup
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Tanpa terasa kita telah berada di penghujung acara.
Sebagai penutup, marilah kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian kegiatan yang telah kita laksanakan mendapat ridha dan keberkahan-Nya.
Doa akan dipimpin oleh Ustadz H.Muhammad Yurni
Kepada beliau, kami persilakan.
(Doa)
PENUTUP
Hadirin yang berbahagia,
Demikianlah seluruh rangkaian Acara Tasyakuran Pelepasan dan Perpisahan Siswa Santri Yayasan Pendidikan Islam Parigi Tahun Pelajaran 2025/2026.
Atas kehadiran, perhatian, dan partisipasi seluruh hadirin, kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Mohon maaf atas segala kekurangan selama berlangsungnya acara.
Billahi taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





# A Story of a Sustainable Future
ReplyDelete### Orientation
In the year 2045, a small town called Green Valley had become one of the cleanest towns in the world. The people used solar energy, electric vehicles, and recycled materials. Trees grew everywhere, and the river was clean. A 16-year-old student named Ardi lived there with his family. He loved nature and wanted to help protect the environment.
### Complication
One day, a large factory opened near Green Valley. The factory produced many useful products, but it also created a lot of waste. The river slowly became dirty, and some trees were cut down to build new buildings. The people became worried because the town's clean environment was beginning to disappear.
Ardi and his friends decided to take action. They talked to the town leaders and the factory manager. However, the factory was important for jobs, so closing it was not a good solution. They needed to find another way.
### Resolution
Ardi suggested that the factory use renewable energy and recycle its waste. The factory manager agreed to work with the community. The people planted new trees, cleaned the river, and reduced plastic use. The factory also installed solar panels and a waste recycling system.
After several months, Green Valley became clean again. The people learned that economic development and environmental protection could work together. Ardi felt proud because he had helped his town create a better and more sustainable future.
**THE GREEN AWAKENING OF NEW MERIDIAN**### Orientation
ReplyDeleteNew Meridian was once a monument to human ambition gone too far—a sprawling metropolis of towering glass monoliths, gridlocked transit lanes, and a relentless, choking hum of synthetic progress. By the mid-21st century, the city had pushed its surrounding ecosystem to the brink. Smog hung like a permanent bruise over the skyline, and green spaces were reduced to lonely, manicured patches trapped between concrete expressways. Among the millions of restless citizens lived Kaelen, a young urban botanist whose job was to tend to the city’s last remaining "sky-gardens"—fragile pockets of genetically engineered moss clinging desperately to the sides of corporate skyscrapers, filtering toxins just enough to keep the air breathable.
### Complication
The fragile equilibrium of New Meridian shattered during the scorching midsummer of 2055. A massive grid failure, triggered by unprecedented energy demands for cooling systems, plunged the lower districts into darkness and paralyzed the city's atmospheric scrubbers. Within days, toxic inversion layers descended, turning the air grey and choking the municipal sky-gardens. Kaelen watched in horror as the engineered moss withered into brittle dust. Worse yet, the city council, desperate to offset economic losses, proposed an emergency measure: bulldoze the remaining eco-districts to build high-capacity carbon-capture factories, effectively erasing the city’s living roots for cold, mechanical machinery.
### Resolution
Refusing to watch New Meridian sign its own ecological death warrant, Kaelen rallied a grassroots coalition of engineers, students, and citizens. Instead of bowing to the council's industrial mandate, they launched "Project Chloris"—an underground movement to deploy decentralized, bio-adaptive mycelium panels and self-sustaining vertical forests directly onto the crippled corporate towers. Working in secret through the blackout, the collective integrated bioluminescent flora into the city’s power grids, proving that living architecture could generate clean energy while purifying the air naturally.
When the urban grid finally rebooted, the council expected to find ruined sectors; instead, they found the downtown core illuminated by a soft, pulsating emerald glow. The resilient network of plants had not only survived but stabilized the microclimate, dropping local temperatures and cutting emissions by half. Faced with undeniable proof and overwhelming public support, the city council scrapped the industrial expansion bill. New Meridian was officially rechristened, transitioning from a concrete cage into a thriving, breathing sanctuary where human innovation and nature finally grew as one.